Monthly Archives: September 2004

Kelak…

Kelak laut akan terbelah menyemburkan lava merah membalut kulit kerontang terbakar panas bintang kelak bumi akan mengerti terpendam rasa itu sejati membuai lara biru bening memanti surut lembayung kuning kelak langit berhenti menangis terbit matari bercadar tipis menghangatkan jiwa beku … Continue reading

Sayatan tersimpan pada merindu, puisi | Cercaluka

Ode untuk Cak Munir…

ketika semua berlari kebelakang dan berlindung pada ketiak bapak kau berdiri didepan tegak menantang tak gentar menjadi martir tanpa kapak ketika semua hanya menangisi kepergian kemana hilangnya anak-anak tercinta kau berteriak lantang ditelinga dan hadapan muka para penguasa hingga runtuhnya … Continue reading

Sayatan tersimpan pada puisi, requiem | Cercaluka