12.10

:untuk 222 kembara, aku merasakannya setiap melewati mu di Legian sana…

12 matahari memutih dari setiap ujung kaki
segenggam dupa mengalun diujung jalan
menjunjung ratusan manusia tinggi menuju hakiki
saat durjana melesak lebam ditengah penapian

10 gagak berteriak menghantar himpun menuju biru
jejak kaki berhenti dan bersimpuh syahdu mengiris mimpi
sekian depa langkah melaju dua bidak tetap tak teradu
segenggaman pasir itu masih dipegang erat bersama api

22:45 malam empat tahun lalu dipersimpangan itu tawa renyah menggelegar
bersambut dendam yang begitu hingar terus meretas dan mengakar
beradu dengan jutaan paku dan literan bensin yang terbakar
menghanguskan 202 daging yang seharusnya tak tergegar
sebuah fable tentang hidup ribuan manusia dipulau indah ini terus menggelepar

salamati,
akuluka.net

Tentang akuluka

I'm a whore
Sayatan ini tersimpan pada puisi, requiem. Simpan di permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>